Rabu, 14 Januari 2015

Taman Kota bakal Ditambah

Ruang terbuka hijau baru 75 kilometer (km) persegi dari daratan seluas 661,52 km. Djarot berjanji menambah 5 persen pada 2015. Taman layak anak juga akan terus dibangun di seluruh wilayah DKI Jakarta. Taman jenis itu dapat memberikan edukasi bagi anak-anak di usia emas.

RUANG terbuka hijau di DKI Jakarta tahun depan akan ditambah hingga mencapai 15 persen dari total wilayah Ibu Kota. Saat ini, luas ruang terbuka hijau baru sekitar 10 persen atau 75 kilometer persegi.

“Kita akan bersama-sama mewujudkan mimpi semua masyarakat dan komunitas (pecinta taman). Sebab, kita masih akan menambah 5 persen RTH lagi dari 10 persen yang ada saat ini,” kata Djarot Saiful Hidayat, dalam dialog mengenai ruang terbuka hijau (RTH) bersama komunitas pecinta taman dan masyarakat sekitar Taman Tanjung di Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (16/12) atau sehari sebelum dilantik sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya, RTH dalam bentuk taman kota yang baik memenuhi tiga unsur, yaitu memiliki unsur rekreatif, edukatif, dan sosial budaya. Dengan begitu masyarakat bisa mendapatkan banyak manfaat dari keberadaan taman kota.

Ia juga mengatakan, setiap taman kota kelak akan ditanami dengan tanaman obat-obatan dan sayuran, antara lain cabai. “Tanah ini dapat ditanami tanaman obat dan cabai. Apalagi sekarang (harga) cabai lagi mahal. Ini akan bermanfaat sekali.

Masyarakat yang membutuhkan tidak perlu membeli,” ujarnya, sambil menunjuk lahan di Taman Tanjung. Djarot mengatakan, taman yang layak anak juga akan terus dibangun di seluruh wilayah DKI Jakarta. Taman jenis itu dapat memberikan edukasi bagi anak-anak sampai usia enam tahun atau usia emas yang tumbuh kembangnya harus diperhatikan dan difasilitasi dengan baik. Oleh karena itu, di dalam taman juga akan dibangun perpustakaan serta pendidikan anak usia dini (PAUD).

“Anak usia satu sampai enam tahun adalah usia emas yang pertumbuhannya tidak bisa dibiarkan begitu saja diurus para baby sitter, bila orangtua mereka sibuk. Jadi kita akan buatkan PAUD dan sebagainya di taman agar anak kita ini tumbuh dengan baik,“ tambahnya.

Konsep-konsep taman berbeda juga diungkapkan Djarot, di antaranya taman untuk keluarga. Menurutnya, konsep taman itu untuk menumbuhkan keakraban sesama anggota keluarga dan masyarakat sekitarnya melalui kegiatan bersama di taman yang selama ini tidak bisa rutin dilakukan.Dengan begitu keakraban antara orangtua dan anak dapat terjalin lebih baik.

“Mengapa taman ini tidak didesain untuk makan bersama, supaya anak kita punya rekreasi kreatif, dan bukan hanya di mal,“ tuturnya.Enam RTH Sementara itu, Camat Pasar Minggu Amien Haji menyatakan, di wilayahnya yang memiliki luas 21 kilometer persegi, sampai tahun ini terdapat enam RTH yang telah dibebaskan. Di antaranya RTH di Jati Padang yang dibebaskan sejak 2000.

Adapun, tahun ini baru Taman Kebagusan yang lahannya dibebaskan dan akan dijadikan sebagai salah satu taman layak anak.“Luasnya 900 meter persegi.Saat ini sedang dalam proses pengerjaan dan ini adalah pilot project kita,“ ujarnya.

Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Heru Bambang menyatakan segera merealisasikan konsep RTH yang disebutkan Djarot. Rencananya, konsep tersebut akan dikebut mulai akhir bulan ini hingga tahun depan. (J-3) Media Indonesia, 19/12/2014 halaman 7

Rental Mobil Pekanbaru Gloria Rent Car